It's me
Jumat, 07 Januari 2011
Sistem Regulasi Manusia
Sistem saraf terdiri dari sel-sel saraf (neuron). Sel saraf terdiri dari badan sel, inti sel, akson, dendrit, selubung myelin, sel Schwann, dan nodus ranvier. Sel saraf yang berfungsi menerima rangsang (reseptor) disebut saraf sensori. Sel saraf yang membawa rangsang dari otak menuju ke efektor disebut saraf motori. Sedangkan sel saraf yang menghubungkan neuron sensori dan neuron motori disebut neuron intermediat.
Penghantaran impuls pada sel saraf dapat terjadi melalui dua cara, yaitu melalui perubahan muatan listrik pada sel saraf dan melalui sinapsis gerakan ada manusia dapat dibedakan menjadi dua, yaitu gerak biasa dan gerak refleks. Pada gerak biasa, rangsang melalui jalur neuron sensori-interneuron-otak-neuron motori-efektor.sedangkan gerak refleks tidak melalui otak tetapi melalui sumsum tulang belakang.
Sistem saraf dibagi menjadi sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Otak terbagi menjadi otak besar (serebru), otak kecil (serebelum), jembatan varol, dan medulla oblongata (sumsum lanjutan). Setiap bagian otak memiliki fungsi yang berbeda-beda dalam mengatur kerja tubuh. Otak besar berfungsi sebagai pusat kesadaran, kecerdasan, ingatan, kenisfan, dan interpretasi kesan. Otak kecil sebagai pusat keseimbangan dan koordinasi motor/gerakan. Medulla oblongata berfungsi untuk mengatur denyut jantung, tekanan darah, gerakan pernafasan, sekresi ludah, menelan, gerak peristaltik, batuk, dan bersin.
Sistem saraf tepi merupakan sistem saraf yang berasak dari saraf-saraf yang keluar dari otak dan sumsum tulang belakang. Sistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf simpatetik dan parasimpatetik. Kerja kedua sistem saraf ini selalu berlawanan antagonis).
Sistem endokrin (hormon) pada manusia terdiri dari kelenjar-kelenjar endokrin, yang terdiri dari kelenjar hipofisis, pineal, hipotalamus, tiroid, paratiroid, timus, adrenal, pancreas, dan kelamin (testis dan ovarium).
Alat indra pada manusia ada lima macam, yaitu indra penglihat (mata), pencium (hidung), pendengar (telinga), pengecap (lidah), peraba dan perasa (kulit).
Reseptor pada mata disebut sel konus (kerucut) dan sel basilus (batang). Reseptor pada rongga hidung adalah sel-sel olfaktori. Reseptor pada teminga adalah organ korti. Reseptor pada lidah adalah tunas-tunas pengecap. Reseptor pada kulit adalah korpuskula pacini, ujung saraf ruffini, ujung saraf Krause, dan korpuskula meissner.
Pemakaian narkotika dapat mengganggu kerja sistem saraf. Narkoba dapat digolongkan menjadi stimulan (perangsang, seperti amfetamin dan kokain), depresan (penenag, seperti barbiturat, opium, morfin), dan halusinogen (mempegaruhi persepsi penglihatan dan pendengaran subjek dan juga peningkatan respon emosional.
SISTEM REGULASI (KOORDINASI)
Semua kegiatan dan kerja alat-alat dalam tubuh kita diatur dalam sistem regulasi (koordinasi). Regulasi merupakan cara semua organ dan sitem tubuh bekerja sama secara efisian. Sistem ini terbagi atas tiga bagian, yaitu melalui sistem saraf, hormon dan alat indera. Pengaturan sistem saraf diatur oleh urat saraf sedangkan pengaturan sistem hormon melalui darah.
1. Sel Saraf
Sistem saraf merupakan sistem yang berperan menerima, meneruskan, mengolah dan menanggapi rangsang. Jaringan saraf tersusun atas sel-sel yang mempunyai bentuk khusus. Sel-sel tersebut dinamakan neuron dan neuroglia. Kedua sel tersebut ibarat pasangan tak terpisahkan yang menyusun jaringan saraf. Jika ada sel neuron, pasti sel neuroglia akan
menyertai. Adapun sel neuroglia berfungsi memberikan nutrisi dan bahan-bahan lain yang digunakan untuk kehidupan neuron. Dengan kata lain, neuroglia berfungsi untuk menjamin kehidupan neuron agar tetap dapat melaksanakan kegiatan. Neuron merupakan unit struktural dan fungsional dari sistem saraf. Neuron memiliki kemampuan sebagai konduktivitas (penghantar) dan eksistabilitas (dapat dirangsang, serta memiliki kemampuan merespon rangsangan dengan sangat baik. Neuron terdiri dari tiga bagian yang berbeda satu dengan yang lain, yaitu sebagai berikut (sambil diperhatikan gambar di atas):
a. Badan Sel (Perikarion), Badan sel saraf merupakan bagian yang paling besar dari sel saraf. Badan sel berfungsi untuk menerima rangsangan dari dendrit dan meneruskannya ke akson. Pada badan sel saraf terdapat inti sel, sitoplasma, mitokondria, sentrosom, badan golgi, lisosom, dan badan nisel. Badan nisel merupakan kumpulan retikulum endoplasma tempat transportasi sintesis protein. Protein ini digunakan untuk mengganti protein yang habis. Selama metabolisme juga berfungsi untuk pertumbuhan neuron.
b. Dendri,Dendrit adalah serabut sel saraf pendek dan bercabang-cabang. Dendrit merupakan perluasan dari badan sel. Umumnya setiap neuron memiliki beberapa dendrit. Ia (dendrit) berfungsi menerima dan mengantarkan rangsangan ke badan sel.
c. Akson (Neurit), Akson sering disebut juga neurit.Bagian ini merupakan tonjolan sitoplasma yang panjang dan berfungsi untuk meneruskan impuls saraf yang berupa informasi berita dari badan sel. Akson memiliki bagian-bagian yang spesifik, yaitu sebagai berikut:
1). Neurofibril, merupakan bagian terdalam dari akson yang berupa serabut-serabut halus. Bagian-bagian inilah yang memiliki tugas pokok untuk meneruskan implus.
2). Selubung Mielin, bagian ini tersusun oleh sel-sel pipih yang disebut sel Schwann. Selubung mielin merupakan bagian paling luar dari akson yang berfungsi untuk melindungi akson. Selain itu, bagian ini pulalah yang memberikan nutrisi dan bahanbahan yang diperlukan untuk mempertahankan kegiatan dari akson.
3). Nodus ranvier, merupakan bagian akson yang menyempit dan tidak dilapisi selubung myelin, yang berfungsi mempercepat jalannya rangsang. Bagian ini tersusun dari sel-sel pipih. Dengan adanya bagian ini, terlihat bagian akson tampak berbuku-buku. Bagaimana hubungan antara sel saraf satu dengan yang lain? Sel-sel saraf tersebut membentuk jaringan saraf. Antara sel satu dengan yang lain terjalin saraf dan saling berhubungan. Ujung dendrit berhubungan langsung dengan penerima rangsang (reseptor). Selain itu, ujung dendrit ada pula yang berhubungan dengan ujung akson dari neuron lain. Ujung akson pada sel-sel lain ada juga yang berhubungan dengan efektor, yaitu struktur yang memberikan jawaban terhadap impuls yang diterima reseptor, misalnya otot dan kelenjar. Pertemuan antara akson dengan dendrit atau efektor disebut sinapsis. Berdasarkan hal ini Anda
dapat membayangkan bahwa jaringan saraf ibarat jaringan komunikasi seperti sudah dijelaskan di depan. Antara sel saraf satu dengan yang lain terjalin hubungan sangat erat dalam meneruskan impuls.
Ada tiga macam sel saraf yang dikelompokkan berdasarkan struktur dan fungsinya, yaitu:
a. Sel saraf sensorik. Sel saraf sensorik berhubungan erat dengan alat indra, sehingga disebut juga saraf indra. Sel saraf ini berfungsi menerima rangsangan dari reseptor (alat indera) Badan sel dari neuron sensorik ini bergerombol membentuk ganglia. Bagian dendrit berhubungan langsung dengan reseptor dan bagian aksonnya berhubungan dengan sel saraf yang lain. Akson akan berakhir di interneuron.
b. Sel saraf motorik. Sel saraf yang berfungsi mengantarkan rangsangan ke efektor yaitu otot dan kelenjar. Struktur neuron motorik ini, pada bagian ujung dendritnya dihubungkan dengan ujung akson yang berhubungan langsung dengan bagian Efektor.
c. Sel saraf penghubung (Interneuron). Adalah sel saraf yang berfungsi
menghubungkan sel saraf satu dengan sel saraf lainnya. Sel saraf ini banyak
ditemukan di otak dan sumsum tulang belakang. Sel saraf yang dihubungkan adalah sel saraf sensorik dan sel saraf motorik. Struktur interneuron ini, yaitu bagian ujung dendritnya dihubungkan langsung dengan ujung akson dari sel saraf yang lain. Ada juga yang menyebut interneuron ini dengan sebutan Neuron Asosiasi.
Http://biologi.blogsome.com
A. SARAF
Saraf adalah jaringan komunikasi tubuh. Saraf-saraf membawa pesan-pesan ke d an dari, memberi tahu, dan melakukan koordinasi.
1. Sel saraf
Unit dasar sistem saraf, yaitu sel saraf atau neuron. Sel ini juga mempunyai ujung-ujung cabang yang halus yang disebut Denrit, dan suatu bagian yang lebih panjang seperti kawat yang disebut Akson.
Berdasarkan fungsinya, sel saraf dapat dibedakan menjadi tiga yaitu :
a. Neuron Sensorik (Neuron Aferen)
Dendritnya berhubungan dengan reseptor dan neuritnya berhubungan dengan denrit neuron lain. Fungsinya untuk menghantarkan impuls dari reseptor ke pusat susunan saraf.
b. Neuron Mororik (Neuron Efektor)
Denritnya berhubungan dengan neurit neuron lain dan neuritnya berhubungan dengan efektor atau alat tubuh pemberi tanggapan terhadap suatu rangsangan. Fungsinya untuk menghantarkan impuls motorik dari susunan saraf ke efektor.
c. Neuron Asosiasi
Penghubung antara neuron motorik dan sensorik.
Berdasarkan tempatnya, neuron asosiasi dibedakan menjadi dua, yaitu :
1) Neuron Konektor
Merupakan penghubung antara neuron yang satu dengan neuron yang lain.
2) Neuron Ajustor
Merupakan penghubung antara neuron sensori dan neuron motorik yang terdapat di dalam otak dan sumsum tulang belakang.
2. Susunan Sistem Saraf Manusia.
a. Sistem saraf sadar
1) Sistem Saraf Pusat
a) Otak.
Gambar 1. Bagian-bagian otak
Otak berada didalam tulang tengkorakdiselaputi oleh selaput meninges yang terdiri atas taga bagian, yaitu : Bagian luar /durameter(selaput otak keras), bagian tengah/arachnoid(selaput sarang laba-laba, bagian dalam/plameter(selaput otak lunak.
Bagian-bagian otak
1) Otak Besar (Cerebrum)
Merupakan bagian terbesar otak dengan permukaan berlipat-lipat. Serebrum terdiri atas 2 belahan (Hemisfer) yang dipisahkan oleh fisura longitudinal. Kedua hemisfer dihubungkan oleh sejumlah serabut saraf yang disebut korpus kalosum. Melalui serabut ini, impuls diteruskan dari satu hemisfer ke hemisfer lain.
Otak besar terdiri atas :
a) Otak depan (Lobus frontalis)
terdiri atas thalamus dan hipotalamus. Thalamus berfungsi menerima semua rangsang dari reseptor, kecuali bau-bauan dan meneruskannya ke area sensori. Hipotalamus berperan dalam pengaturan suhu tubuh, pengatur nutrisi, pengaturan agar tetap sadar, dan penumbuhan sikapagresif. Hipotalamus juga merupakan tempat sekresi hormon yang mempengaruhi pengeluaran hormone pada hipofisis.
b) Otak belakang (Lobus oksipital)
Peka terhadap perubahan suhu, tekanan dan sentuhan pada kulit.
Otak belakang dikelompokkan menjadi :
Daerah sensori, berhubunga dengan penerima rangsang (reseptor)
Daerah motorik, memberi tanggapan terhadap rangsan yang sampai ke otak untuk dikirim ke pelaksana seperti otot dan kelenjar.
Daerah asosiasi, merupakan penghubung daerah sensori dengan daerah motorik,daerah ini brhubungan dengan prosese belajar.
c) Otak tengah
terletak didepan otak kecil. Bagian otak tengah adalah lobus optikus yang berhubungan dengan gerak reflek mata. Pada dasar otak tengah terdapat kumpulan badan sel saraf (ganglion) yang berfungsi untuk mengontrol gerakan dan kedudukan tubuh.
b) Sumsum
Sumsusm dikelompokkan menjadi:
1) Sumsum lanjutan (medulla oblongata)
Disebut juga batang otak, merupakan lanjutan otak yang menghubungkan otak dengan sumsun tulang belakang. Fungsinya untuk mengatur denyut jantung,pelebaran dan pentrmpitan pembuluha darah, gerakan menelan, bersin, batuk danmuntah. Di sumsum lanjutan terdapat bagian yang menghubungkan otak dan sumsum tulamg belakang yang dinamakan Pons.
2) Sumsum tulang belakang (medulla spinalis)
Terdapat di rongga tulang belakang, fungsinya sebagai penghubung impuls dari dank ke otak, memberi kemungkinan gerak refleks. Medulla spinalis bagian luar berwarna putih dan bagian dalam kelabu.
2) Sistem saraf tepi
Dinamakan juga system saraf perifer, system saraf ini mengatur system saraf pusat. Sistem saraf aferen merupakan system saraf yang membawa impuls dari reseptor menuju saraf pusat.
b. System saraf tak sadar (otonom)
Terdiri dari :
1. Sistem saraf simpatik
2. system saraf parasimpatik
Kedua system saraf itu bersifat antagonis. Jika saraf simpatik menyebabkan kontraksi pada suatu efektor, saraf parasimpatik menyebabkan relaksasi pada efektor tersebut. Mekanisme kerja seperti itu bertujuan agar proses-proses didalm tubuh berjalan dengan dengan normal.
B. Endokrin
Endokrin merupakan nama atau istilah sebuah kelenjar. Kelenjar endokrin (kelenjar buntu) adalah kelenjar yang tidak mepunyai saluran khusus yang menghasilkan hormone.
Hormon berasal dari kata Hormaein yang berarti memacu pertumbuhan atau menggiatkan. Hormone berfungsi untuk mengatur reproduksi, memecu oertumbuhan, metabolisme dan tingksh laku.
Berdasarkan aktifitasnya, kelenjar buntu dibedakan menjadi :
1. Kelenjar yang bekerja sepanjang hayat,
2. Kelenjar yang bekerja mulai masa tertentu
3. Kelenjar yang bekerja sampai masa tertentu.
Berdasarkan aspek macam dan letaknya, kelenjar buntu dibedakan menjadi :
1. Kelenjar hifopisis, terletak didasar otak besar
2. Kelenjar tiroid, terletak didaerah leher
3. Kelenjar paratiroid, terletak didekat kelenjar anak gondok
4. Kelenjar adrenal, terletak diatas ginjal
5. Kelenjar usus dan lambung
6. Kelenjar Gonad, pada wanita terletak di rongga perut, pada pria didalam buah zakar dalam kantong skrotum
7. Kelenjar timus atau kelenjar kacangan.
1) Kelenjar Hipofisiss
Menghasilkan hormone yaitu :
a. Pada lobi anterior (lobi depan)
1. Hormon somatotrof
Berfungsi untuk menstimulasi pertumbuhan tubuh. Jika kelebihan hormone akan menyebabkan gigantisme, jika kekurangan hormone menyebabkan kretinisme
2. Letuotropic hormone/ Hormon Laktogen
Berfungsi untuk merangsang kelenjar susu
3. ThyroidStimulating Hormone/ hormone treotrop
Fungsi : merangsang sekresi kelenjar tiroid
4. Adrenocorticotropic hormone/ Hormon adrenotropin
Fungsi : Merangsang dan mengendalikan sekresi kelenjar korteks adrenal
5. Gonadtropic atau hormone kelenjar klamin.
a) Folikel Stimulating Hormon, terdapat pada wanita dan pria.
b) Lutenizing hormone , pada wanita berfungsi merangsang pemasakan sel telur dan pada pria merangsang sel interestial ledyig didalam testis.
b. pada Lobi Intermedia (lobi tengah)
Hormon ini berperan dalam mengatur perubahan warna kulit, yaitu dengam mengatur pigmen melanin pada sel melanofora kulit.
c. Pada Lobi posterior (Lobi belakang)
1) Vasopresin
2)Petresin
ψ kedua hormone ini mempengaruhi tekanan darah.
3) Oksitosin, untuk membantu proses kelahiran.
2. Kelenjar Tiroid atau kelenjar gondok.
Hormon yang dihasilkan :
a. Tiroksin
Mempengaruhi metabolisme sel, proses produksi panas.
b. Triodotironin.
Mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan jaringan tubuh
c. Kalsitonin
Berpengaruh mengubah tirosin
3. Kelenjar Paratiroid atau kelenjar anak gondok.
Hormon yang dihasilkan: Parathormon, berfungsi mengatur pertukaran zat kapur dan fosfor dalam darah.
4. Kelenjar timus atau kelenjar kacangan
Hormon yang dihasilkan : Somatotrof, berfungsi untuk pertumbuhan
5. Kelenjar Suprarenalisaatau Kelenjar anak ginjal/ kelenjara adrenal
a. Bagian kulit menghasilkan
1. Mineralo-kortikoid,berfungsi mengatur reabsorbsi air pada ginjal.
2. Gluko-kortikoid, berfungsimenaikkan kadar gula dalam darah, mengubah protein menjadi glikogen di hati dan selanjutnya mengubahnya menjadi glukosa.
b. Bagian dalam menghasilkan : adrenalin dan epineprin.
Fungsi :
Memacu aktifitas jantung,
Mengendurkan oto polos batang tenggorok, sehingga melapangkan pernapasan.
Memengaruhi pemecahan glikogen dalam hati, sehingga menaikkan kadar gula darah.
6. Kelenjar Langerhans.
Hormone yang dihasilkan :
Insulin, berfungsi antagonis dengan hormone adrenalin, yaitu mengubah gula menjadi glikogen didalam hati dan otot.
7. Kelenjar usus dan lambung
Kelenjar Usus Menghasilkan hormone sekretin dan kolosistokinin.
Kelenjar lambung menghasilkan hormone gastrin
Kedua hormone ini berperan merangsang sekresi getah lambung.
8. Kelenjar Kelamin
a. Kelenjar kelamin pria (tetstis), menghasilkan hormone kelamin pria (androgen) dan sel sperma.
b. Kelenjar kelamin wanita (ovarium), menghasilkan sel telur (ovum)
C. Indra
Indra tubuh terdiri dari 5 macam yaitu, penglihatan, pendengran, penciuman,pengecapan dan peraba.
1. Indra penglihatan
Indra penglihayan yaitu Mata. Mata merupakan indra utama.
Bagian mata :
a. Bagian luar mata.
Dinding Bola terdiri dari 3 lapis:
1. Bagian terluar berupa Sklera yang pucat dan keras, dan dapat terlihat dari depan mata sebagai bagian putih mata.
2. Bagian tengah berupa koroid yang gelap dan lunak serta kaya akan pembuluh0pembuluh darah.
3. Bagian terdalam berupa retina yang mendeteksi sinar.
b. bagian dalam mata
Kornea yang jernih didepan mata ditutupi oleh sutu lapisan yang sangat tipis, yaitu konjungyiva. Dibelakang kornea ada iris, suatu cincin otot berwarna yang mengelilingi lubang yang ada ditengahnyayaitu pupil.
Gambar 2. Penampang bagian dalam mata
2. Indra pendengaran
Setelah penglihatan, pendengaran adalah indra yang memeberi otak informasi-informasi utama tentang dunia luar.
Bagian Telinga
Telinga terdiri atas 3 bagian:
1. Bagian terluar terdiri ataselinga dan saluran pendengaran
2. Bagian tengah, terdiri atas selaput gendang dan 3 tulang kecil, yaitu tulang-tulang osikula ( malleus, inkus, dan stapes).
3. Bagian dalam terdiri atas Koklea berbentuk rumah siput, saluran setengah lingkarann dan rongga-rongga lain.
Gambar 3. Telinga dan bagian-bagiannya
Saluran-saluran (tuba) dan rongga di telinga dalam menempati suatu tempat berbentuk kandang didalam ketebalan tulang temporal tengkorak. Tempat ini disebut “Osseus” atau labirin. Labirin berisi caran yang disebut perilimfe. Cairan ini mengelilingi satu sel selaput yang disebut selaput labirin yang berada didalam labirin, mengikuti bentuknya.
Osikula
Tulang-tulang osikula telinga yang terentang di telinga tengah merupakan tulang-tulang terkecil didalam tubuh. Jika suara yang sangat keras mencapai gendang telinga, otot-otot tersebut berkontraksi. Mereka meredam atau mengurangi gerakan gendang telinga dan gerakan mereka sendiri untuk mencegah getaran yang terlalu kuat merusak telinga dalam yang halus.
3. Indra Penciuman
Makanan dan minuman yang beracun, busuk atau tak dikenal menghasilkan bau tajam dan rasa aneh, yang merupakan peringatan untuk tidak memakan atau meminumnya. Penciuman juga merupakan system peringatan dini untuk udara yang tercemar, asap. Penciuman mendeteksi bumbu-bumbu dan minyak wangi, pengecap menangkap rasa sedap makanan yang enak. Indra penciuman adalh hidung.
Bagian Hidung
a. Bagian dalam hidung
Pda atap rongga hidung terdapat daerah berambut yang ukurannya sedikit lebih besar dari sebuah prangko yang disebut “epitel olfaktoius” yang terdiri atas ribuan sel-sel yang mendeteksi bebrbagai bau. Lebih kurang ada 6 sampai 30 jenis sensor si permukaan sel tersebut.
Gambar 4. Bagian dalam hidung
b. Sensor-sensor penciuman
dibawah mikrosop elektro,epitel olfaktorius terlihat sebagai massa rambut dan saraf atau benang. Rambut-ranbut ini disebut silia, dan mereka menyebar dari tonjolan-tonjolan sitoplasma sel-sel reseptor penciuman.
4. Indra Pengecap
Indra pengecap berupa lidah. Lidah adalah salah satu bagian otot-otot dalam tubuh yang sangat mudah bergerak.
Fungsi lidah :
1. Sebagai indra pengecap
2. Membantu mengunyah makanan dan menggerakkannya keseluruh rongga mulut.
3. Membersihkan gigi-gigi dari makanan yang terselip diantara gigi.
4. Membentuk suara pada waktu berbicara.
Kuncup pengecap untuk masing-masing citarasa terletak pada daerah lidah yang berbeda, yaitu :
Bagian tepi untuk rasa manis
Bagian tepi samping untuk rasa asam
Bagian belakana untuk rasa pahit
Bagian depan untuk rasa manis
5. Indra peraba
Indra peraba berupa kulit. Lapisan permukaan keras yaitu epidermis, terus menerus mengganti dirinya agar selalu terjadi proses perbaikan karena perusakan dan menjauhkan air, debu, kuman, dan sinar-sinar yang berbahaya seperti ultraviolet dari matahari. Permukaan kulit terdiri atas sel-sel mati yang datar dan saling berkaitan, terisi oleh keratin yaitu yaitu protein yang keras. Sel-sel ini dihasilkan oleh pembelaan yang terus menerus pada dasar lapisan teratas kulit, yaitu epidermis.
Dermis jauh lebih tebal dan berisi berbagai sensor yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop, yaitu bertanggung jawab untuk perubahan yang merupakan kombinasi dari penekanan berat, panas, dingin dan sakit.
Kelainan atau penyakit pada system regulasi manusia
Kelainan penyakit antara lain :
1. Epilepsi, Yaitu suatu keadaan bukan suatu penyakit, serangan muncul jika otok atau bagian otak tiba-tiba berhenti beerja sebagai mana mestinya selama beberapa saat.
2. Nyeri, yaitu perasaan tidak enak yang mengisyaratkan pada kita tentang adanya cedera pada tubuh kita
3. Eksem, yaitu sejenis gangguan pada kulit, bagian kulit yanbg terkena aksem akan melepuh, kering, pecah-pecah dan timbul benjolan-bemjolan kecil
Rabu, 22 Desember 2010
Apa MAUMUUU??
denger yaa. .saya ini manusia,,saya juga beda sama tmen2 mu yg lain. . jgn pernah perlakukan saya seperti teman cewekmu yg lain. .
Kalo ajaa kamu tu yaa,,tau gmn seharusnya bersikap!? perakuan kamu yg seolah memberi harapan,,buat saya merasa tersiksa!! Kenapa saya bertemu kamu,,di saat saya sedang berusaha menata hati dan hidup sayaa. .
Pengen banget rasanya nyebut namamu di sini dengan JELAS!! Biar kamu tau gimana susahnya hidup saya akibat sikap yg anda tunjukan. .
Jumat, 09 April 2010
PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN
bertahun-tahun kita dalam ketakutan dan tertekan
Banyak rakyat menderita
Karena ulah si Penguasa
Wahai kader-kader PDIP sejati
Mari kita bersatu benahi tanah air ini
Dengan hati yang suci
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
Mari kita sambut Ibu Mega
yang siap menjadi pemimpin bangsa
Menuju Indonesia baru
NB : Puisi di post kan sbg ucapan selamat untuk Ibu Mega yang telah terpilih kembali mjd ketua umum PDIP daLam Kongres PDIP ke III di Bali (5-8 April 2010)
Kamis, 11 Februari 2010
kenaa di hati banget!?
Kemaren akuu smpe gak bisa tidur, . ada satu hal yang ganjel bgt!? pokoknya buat orang tang Lagi ngisi hati ku saat ini, akuu akan terus coba buat hapus kamuu dari hatiku. . . karena menyukaimu adalah sesuatu yang salah dan tdk boleh terjadii. . . heeeh. . .
Jumat, 05 Februari 2010
TIMAH
Dari Kolong HINGGA SUVENIR
| D |
ua lelaki tanpa baju enggotang pipa paralon yang disembunyikan dari gubuk di samping kolong(lubang galian tambang). Badan kekar dan kulit coklat kehitaman yang terbakar matahari menandakan aktifitas sehari-hari mereka. Aktivitas tambang inkonventional (TI) mulai terdengar di Desa Sirna Jaya, kecamatan sungai Liat, kabupaten
Ditempat lain di Gedung PT. Timah Tbk, Pangkal Pinang enam perajin sobuk menggarap berbagai bentuk souvenir yang dibuat dari pewter. Ini adalah bahan olahan dari timah murni(97 persen), dicampur sedikit tembaga (2 persen) dan antimony (1 persen). Dengan alat sederhana, mulai dari gunting, solder, kikir, las, hingga mesin bubut mereka, memoles timah menjadi souvenir yang menarik.
Bagaiman sejarah timah itu berawal di Pulau

Senin, 25 Januari 2010
K
einginan pemeritah untuk mencapai efisiensi nasional, menurunkan tingkat ekonomi biaya tinggi menyederhanakan prosedur perizinan, serta mempermudah investasi terus digalakkan. Semua ini dilakukan pemerintah dalam upaya memperbesar kapasitas produksi dan memperkuat struktur ekonomi nasional untuk memdukung kegiatan ekonomi di sektor industri.
Namun upaya itu nampaknya tidak berarti banyak. Terbukti dari fakta, nilai import komoditas non migas mengalami pertumbuhan 27,36% selama periode Januari-Desember 1995. Tingkat pertumbuhan ini terutama di pacu oleh kencangnya impor barang konsumsi, bahan baku, bahan-bahan baku penolong dan barang modal.
Total nilai komoditas non migas mencapai 37.717, 93 juta dollar AS. Sementara pertumbuhan ekspor dari komoditas non migas tak lebih dari 15,13% dalam periode yang sama. Selama kurun waktu 1 tahun itu, nilai ekspor no migas, mencapai 34.953, 57 juta dollar AS.
Melihat data seperti itu, maka sangat wajar jika masyarakat merasa khawatir mengenai kemungkinan membengkaknya nilai defisit nerca transaksi berjalan. Terutama jika melihat data ekspor yang merupakan indikator efisiesi dan kekuatan ekonomi nasional, sampai saat ini belum juga mampu mengimbangi laju kecepatan non migas tersebut.
Laju impor barang konsumsi masih sangat tinggi. Menurut Biro Pusat Statistik yang di olah kantor Menko Produksi dan Distribusi, pertumbuhan nilai impor barang konsumsi periode Januari-Desember 1985 mencapai 66,59%.
Kenaikan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya barang konsumsi untuk rumah tangga yang sudah diolah. Demikian juga dengan barang konsumsi tahan lama yang meningkat 107,79%. Seperti yang terlihat pada tabel Rincian Ekspor Impor dibawah ini.
Peningkatan impor bahan baku dan penolong bukan hal yang buruk, walaupun pertumbuhanya besar. Sebab dengan adanya peningkatan ini, jelas memberikan indikasi bahwa sector produksi di Indonesia berjalan denagn baik. Bahkan peningkatan itu menunjukkan gambaran bagaimana dinamisnya sekto-sektor produksi untuk terus mengikuti perkembangan pasar.
I
tulah gambaran konkret struktur industri nasional selama ini, yang pengembangannya belum mampu lepas dari pola substitusi impor. Kebijakan itu semata-mata berangkat dari upaya untuk menekan nilai impor, dan bukannya upaya membangun